Menuju Negara Anarkis

Kemarin (3 Februari 2009) terjadi aksi demonstrasi tentang pembentukan Propinsi Tapanuli. Akan tapi yang menjadi highlight bukanlah penyampaian visi & misi para demonstran tersebut, melainkan tewasnya Ketua DPRD Sumut karena tindakan massa.

Anarkisme dalam pelaksanaan proses demokrasi kita memeang sudah bukan hal baru. Kurang lengkap rasanya kalo demonstrasi gak ada dorong-dorongan ama petugas, mbakar ban, lempar-lemparan batu, dsb. Inilah demokrasi ala indonesiaJadi ingat kuliah dosen sosiologi hukum saya dulu (kuliahnya baru selesai bulan yang lalu jadi masih inget:D). Beliau bilang kalo demokrasi, tirani, oligarki, dkk itu merupakan suatu siklus. Sebuah negara demokrasi bila lepas kendali akan berubah menjadi negara anarkis (mungkin kita lagi mengarah ke situ kali ya??), dan kalo udah anarkis, dibutuhkan seoraang Tiran untuk menstabilkan keadaan...

jadi kalo demonstrasi-demonstrasi 2 bulan kedepan selalu makan korban kaya' gini, besok pas pemilu pilihlah pemimpin yang Tiran....itu kalo orang bego ngambil kesimpulan:D

Tapi jika keadaan anarkis seperti ini terus berlangsung -atau memburuk-, kemunculan tirani sangatlah mungkin.

Machiavelli pernah berkata,
"Here a question arises: whether it is better to be loved than feared, or the reverse. The answer is, of course, that it would be best to be both loved and feared. But since the two rarely come together, anyone compelled to choose will find greater security in being feared than in being loved.... Men are less concerned about offending someone they have cause to love than someone they have cause to fear."

Anarkisme menunjukkan tidak adanya rasa hormat dan saling mencintai, sehingga akhirnya hanya bisa dikontrol oleh rasa takut...

kok ini blog jadi serius ya?

berita tewasnya Ketua DPRD Sumut bisa diakses disini

1 comments:

tongkonanku said...

Sangat disayangkan ya..! bukannya negeri kita ini tambah baik malah sepertinya tambah kacau saja. Saya rasa ini erat hubungannya dengan kemiskinan dan kebodohan yg masih merupakan masalah besar di negeri ini.